Seperti bercerita, bersanding dengan musik jemari itu melukiskan animasi sebuah roman tertentu. Semua menjadi riuh sesaat ketika gerakan jemari yang lembut itu perlahan brutal. Alur yang tadinya lemban, kini penuh emosi. Musikpun berpacu tak mau kalah menandingi arus gerakan jarinya.
tampaknya semua larut dalam permaninan sang wanita. Beberapa yang besinggungan batin dengan isi cerita menitikkan air mata. Tak kenal pria maupun wanita, tak ada istilah gender pada saat itu..
Wanita itu tanpa peduli sekitarnya terus melukiskan alur cerita..membawa semua yang ada benar2 terseret arusnya..
Dan akhirnya lilinpun ditiup dan cerita telah mencapai penghujungnya dengan meninggalkan satu goresannya yang terakhir..


0 komentar:
Posting Komentar